Rabu, 12 September 2012

Update Curhatan

Hari ini saya ingin menuliskan beberapa kisah hidup yang ingin saya bagi terhadap semua pembaca. Sebagai bentuk renungan saya, emosi dan juga mungkin luapan kekanak-kanakan dari diri saya. Pernik2 kehidupan yang saya satukan bak perca yang terrangkai di dalam rona gelapnya malam.

Layaknya temaram lampu, di sore hari yang mengalahkan terangnya bintang. Banyak esensi dan nilai dari kesejatian hidup terkalahkan oleh gemerlapnya hidup yg sesaat dan tak abadi.


Kamar baru (New room)

Dua hari ini saya baru saja mengecat tembok kamar kosan. Dengan budget 30 ribu rupiah saya niatkan menyelesaikan renovasi kamar saya dalam waktu dua hari.

Dimulai dari pembelian cat warna hijau tosca dan perlengkapannya, dilanjutkan dengan memindahkan barang2, membersihkan tembok dan mulai memberi warna dasar putih lalu dilapisi warna ijau tosca. Hari berikutnya dilanjutkan dengan finishing, merapikan kamar dan penempelan wall sticker. Mereka yang melihatnya akan menganggapnya proses yang simple, namun cukup rumit untuk dijalani.

Alasan saya melakukan renovasi kamar salah satunya yaitu setelah 1 tahun lebih debu dan sarang laba2 berserakan dimana2. Meskipun rutin saya bersihkan, namun debu dan berbagai kotoran masih banyak berserak disudut sana sini. selain itu langit2 nya yang kotor oleh sarang laba2 membuat kamar saya mirip kamar hantu.

Saya selalu merasa nyaman berada di alam bebas, diantara rerumputan langit yang cerah dan sentuhan hangat sinar mentari. Dari alam inilah saya mendapatkan inspirasi untuk mensetting kamar saya.


Terkadang jika saya berpikir lebih jauh, kamar kita adalah ruang pribadi kita. Tempat kita bebas menelanjangi semua isi dalam kepala kita tanpa perlu malu2 atau sungkan dengan orang lain.

Kamar kita ibarat ruang hati dalam diri kita.
Tempat kita membatin, bermimpi, beristirahat dan menyiapkan tekad untuk kehidupan. Ruang di hati kita sama seperti hati kita yang suatu saat akan kotor, kusam dan membosankan.

Kita perlu menata hati, image baru tentang positioning dalam hidup serta ada pola sikap yang harus kita paksakan pada diri. Ada hati yang harus beradaptasi dengan lingkungan atau yang lebih baik harus kita datangi meski hati menolak. Dan ada berbagai macam kamar hati yang kita punya selayaknya kamar dalam kosan, kontrakan atau di rumah kita sendiri. Perlu cermat, teliti dan penataan agar sesuai antara satu dan yang lain serta sesuai terhadap penghuni yang lainnya.

Semoga diri ini bisa menjadi seperti kamar yang lebih baik.

Edge of Glory (Puncak kejayaan)

Mereka yang berada di puncak kejayaan dan diatas ketenaran, kekuasaan akan memiliki banyak pengikut, pengagum, pemerhati dan pemuja. Selayaknya daun yang berada di puncak dari sebuah pohon yang berada di atas puncak bukit. Angin dan badai akan sering menerpanya.

Banyak diantara artis, model dan berbagai orang terkenal yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri secara tragis. Sebut saja artis2 korea,model2 internasional, musisi2 papan atas dll.
Apakah mereka tidak bahagia dengan apa yang mereka dapat? dengan kecantikan dan ketampanan atau dengan kesempurnaan hidup yang mereka dapat?

Sebut saja salah seorang artis indonesia yang berada di puncak kariernya mengatakan bahwa ketika dia berada di puncak karir dimana dia bisa mendapatkan segalanya, hatinya merasa kosong, dunia begitu sunyi, hampa dan seolah dunia tanpa tujuan, teman2nya begitu jauh meskipun segala kenikmatan duniawi mereka dapat.

Apakah sebenarnya yang terjadi?? Mereka jauh dari tujuan asli hidupnya, rohaninya begitu kosong dan jauh dari tuhannya serta mereka tidak tahu kemana akhir tujuan hidupnya. Inilah fenomena yang banyak terjadi pada mereka yang atheism, agnostika atau masyarakat sekarang ini yang hanya menganggap agama, idealisme dan iman hanya sebagai hiasan bukan hal yang pokok terkadang dipakai dan terkadang dilepas


Ada diantara mereka yang mengakhiri hidupnya
Ada diantara mereka yang merusak kehidupannya
Ada diantara mereka yang berubah sifat dan tingkah lakunya
Ada diantara mereka yang merasa kejayaan akan berjalan selamanya
Ada diantara mereka yang hancur karena berakhir kejayaannya karena menjadi biasa.



Ada seribu klausa sebab akibat yang terjadi akibat sebuah proses kejadian pada manusia.

Harusnya kita sadar dan tahu, dalam kejayaan itu hanya merupakan rangkaian detik dengan latar dan peran yang berbeda. Namun siapa yang memilih jalan cerita? Kita, terkadang kita tahu jalan apa yang harusnya kita ambil dalam tiap adegan yang kita lakukan. Tapi terkadang kita terlalu takut melangkah dan beranjak dari tempat nyaman.

Ingatlah bukan jaya dan tidak jaya tapi bagus atau tidak peran yang anda lakukan karena Dia lah sebaik2 penilai dan sutradara.


Married (Menikah)

Saya baru saja melihat foto perkawinan adik kelas di tempat kuliah angkatan 2008, subhanallah keren.

Tampak mempesona mewah dan membuat saya berandai2 untuk bisa lebih dari itu sewaktu menikah nanti. Namun saya merenung, kayaknya mahal ya..
Tempatnya eksklusif, acessorisnya lengkap, ada party garden. Mereka masih muda, baru lulus, bagaimana mereka menjalani kehidupan berikutnya? akankah sebebas saat mereka masih lajang?

Mungkin kedewasaan mereka lah yang lebih besar dibanding saya. Ketegaran mereka untuk mandiri dalam menapaki hidup berrumah tangga. Salut, dan saya mendapatkan nilai bahwa kedewasaan bukan dengan tua atau mudanya seseorang. Tapi kedewasaan dalam berpikir dan bersikap.
Dan satu lagi pertanyaan terakhir yang bergelayut dalam hati, kapan giliran saya melaksanakan pernikahan?
M(=U=)M

Mengingat2 nikah, ingatlah tenatang seorang teman yang mengajar disebuah sekolah kejuruan dan hampir 60% siswi2 disekolah itu tidak virgin dan beberapa diantaranya sudah hamil di luar nikah. Bagaimana saya tahu sedetail itu?
Teman saya adalah seorang guru IT namun memiliki kemampuan skill dibidang public speaking yang bagus dan bahasanya yang lues. Ditunjang lagi oleh usia nya yang masih muda. Dia biasa saja namun ketika dia berbicara aura marketing dan interesting people nya memancar. Maka banyaklah murid2 teman saya ini yang curhat mengenai kehidupan asamara, sekolah dan masalah remaja serta rumah tangga.
Saya jadi mengerti ungkapan seseorang mahasiswi di acara TV swasta tentang free sex dikalangan pemuda dan pelajar."Pacaran hari gini cuman pegangan tangan? Basi banget"
Hmmm miris, dan memprihatinkan. Inilah generasi2 yang mengalami benturan nilai antara kebaikan dan serangan kerusakan moral dari TV, internet dan lingkungan sekolah.

Mengingat nikah saya juga teringat akan "one less lonely girl".

Who is she, that will be our best partner in half of our live and love? (i don't know)
Kata teman saya "andaikan gw tau siapa jodoh gw tentu akan gw kejar, sayangny jodoh ini tuhan yang atur ".
Segala sesuatu sudah ada waktunya biarkan semua berakhir dengan indah. kita optimasi diri kearah kebaikan dan yakinlah jiwa manusia itu seperti burung yg sejenis atau lumba2 dengan sensor sonarnya. Mereka akan saling mengenal dan akan dipersatukan.

"Jika memang dirimulah tulang rusukku, kau akan kembali pada diri ini" :)

Distorsion of Values (distorsi Nilai)

Saya memang banyak mendapatkan nilai2 religious, sebut saja Islamic. Tapi apakah lingkungan kita seperti itu??

Film dan movie yang kita tonton menjajakan hidup kebebasan dengan nilai yang selama ini saya pahami.
TV bagaimana?? mengajari kami untuk professional dan proporsional dalam waktunya, baguskah? KIta ambil saja contoh saat ibadah pakai tertutup dong, saat main film adegan seks juga yang menjiwai. Dilarang menyuap di masjid tapi kita katakan saja ini uang infak dan ucapan terima kasih. Benar2 benturan dan distorsi antar nilai.

Ini saya mungkin anda dan mereka punya cara menyikapi beda. ANdaikan saya 1 sampel kalau 200 juta penduduk Indonesia bagaimana ya?


Dadu

Andai ku tahu kapan tiba ajalku ku akan memohon tuhan ampuni dosa2 ku. =.=,
Manusia menurut saya seperti sedang melempar dadu dalam roda kehidupan. Ada yang memepertaruhkan hidupnya diatas namakan cinta, kemarahan dan dendam atau obsesi. Pernah rasanya ingin bertaruh untuk dunia, wanita, harta dengan mengorbankan idealisme dan iman. Tapi ketika bertaruh dengan mati2an mengejarnya seperti kata pujangga dan penyair2 akan kah kita mendapat seperti apa yang mereka ucapkan??



Karena tak semua kisah itu berskenario satire, humor, religius dan romantis. Tempat bersandar yang terbaik dan tujuan terakhir yang terindah ada padaNya, bukan mati karena cinta atau kemenangan bahagia.

Dadu ini ibarat takdir yang merangkai kita dan angkanya adalah aturan sebab akibat hidup apakah ketia angka tiga dan enam yang keluar akan berskenario bahagia atau bisa juga duka. Namun yang dilihat bukan skenarioNya tapi cara dari tiap pemain dalam memeran kan dan menyikapinya.

(Perfect) Sempurna.

Are you feel handsome? beautifull? RIch?? Powerfull, glorious Fame and etc??
Yup itulah sebagian pernik dari hiasan dunia yang terkadang terasa datar, biasa saja dan pahit.
Sejujurnya ide menulis tema "Sempurna" saya dapatkan dari kutipan yang saya baca dari novel dee atau yang bisa disapa Dewi Lestar.



Terkadang "satu menggenapi dan dua itu membunuh", itulah kutipan kata yang saya renungkan.
Ada disana orang-orang yang memiliki genap atau bahasa saya kelebihan yang penuh dan disana juga ada orang yang memiliki satu kekurangan dan bisa mendapatkan kelebihan yang kurang. Ketika mereka dianugerahi tuhan dua kelebihan dia tidak siap dan itu yang memebunuh.

Ingin seperti mereka yang tampan? pasti, sampai apapun yang kita punya rela kita korbankan. SUdah terbayang dalam benak kita tampan=kaya=berpengaruh dan bahagia. Karena pangeran berkuda itu tampan, artis dan pemeran utama itu tampan dan cantik bak permata yang tiada cacat.


Lalu muncul pertanyaan saya..
Apakah mereka bahagia?
Jujur saya terkadang sempat dalam hati ingin seperti teman saya yang tampan. Memiliki postur ideal, berpengaruh, selalu diperhatikan, disukai wanita dan didengar dalam berbagai hal.

Dan terkadang dari lubuk hati terdalam saya mendapatkan jawaban yang mengejutkan bahwa mereka malah iri dengan kehidupan kita yang mungkin biasa2 saja, penuh perjuangan dan orang memandang bukan hanya dari fisik (karna kita biasa saja ho2).

Mereka, yang dianugerahi ketampanan dan kecantikan jujur ingin diperlakukan adil seperti manusia pada umumnya bukan hanya bentuk fisik, kulit dan wajah. Mereka juga ingin dihargai berdasar karya dan sumbangsih bukan seperti boneka yang dijadikan pajangan dan pemanis ruangan. Dan satu lagi dibalik fisik dan kulit yang menjadi topeng ketampanan dan kecantikan mereka sadar mereka manusia yang punya nurani tahu apa itu salah dan benar dan ingin diperlakukan seperti manusia bukan dewa, ataupun idola. :)

Analogi diatas bisa digunakan selain kata tampan, jelek, nakal, miskin dll.


Mangga + Kopi

Beracunkah? jika kita makan secara bersamaan? mangga mengandung asam, kopi mengandung kafein. Hmm sedikit kurang sehat kayaknya, apalagi malem2 hmmm sekali2 lah

Tidak ada komentar: